Tag Archives: banjir

Togel Sydney – Banjir Tinggi Besar Di Cisadane

Togel Sydney – Beberapa ruas jalan di Surabaya yang awalnya digenangi air setinggi 15 cm sampai 30 cm pada akhirnya surut. Arus jalan raya yang macet perlahan terurai.

Dari pengamatan Boba4d sampai jam 22.00 WiB kubangan air di sejumlah ruas jalan berangsur surut. Seperti di Jalan Cisadane, Jalan Bogowonto, Jalan Opak, air terlihat berkurang.

Tanpa ada dikomando pengendara sepeda motor yang sebelumnya berhenti di tepi jalan atau berhenti di tempat tambah tinggi, pada akhirnya kembali meneruskan perjalanan.

“Wis surut, mari mole (Telah surut, mari pulang),” kata Kiya, masyarakat Tidar yang akan ke arah lokasi Brawijaya, Jumat (31/1/2020).

Hal seirama diutarakan masyarakat Karah, Dwi (25). Ia pilih menanti surut karena kapom waktu lalu menerobos banjir.

“Saya menanti air surut baru jalan, cemas berhenti masuk bengkel ,” imbuhnya.

Selain itu arus jalan raya yang sebelumnya macet dari beberapa arah seperti di lokasi Diponegoro, Kutai, Ciliwung, Bogowonto, Jalan dr Soetomo, terlihat makin lama makin terurai. Polisi terlihat berjaga mengendalikan arus jalan raya.

Bandar Togel Online – Kemayoran Underpass Banjir Setinggi 5 Meter

Bandar Togel Online – Banjir di underpass Kemayoran, Jakarta, terus dihisap. Jalanan di underpass ini juga disebutkan bisa dipakai masyarakat esok hari.

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Pusat Iqbal Akbarudin menyebutkan air di Underpass Kemayoran direncanakan usai dihisap malam hari ini. Ia menjelaskan, penyedotan terus dikerjakan.

“Insyaallah, malam hari ini usai. Semoga esok (Senin, 27/1) masyarakat Jakarta bisa melewati underpass ini,” kata Iqbal, di Underpass Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Iqbal memberikan tambahan, ketinggian air di underpass Kemayoran seputar 20 cm. . Tetapi, sambungnya, pengendapan lumpur di jalanan masih setebal 10-15 cm..

Ia juga menerangkan, selesai air usai dihisap semuanya, petugas kebersihan akan mulai lakukan pembersihan. Ini dikerjakan supaya esok pagi, jalan di Underpass Kemayoran dapat dipakai masyarakat.

” kelak dari damkar kita semprot kembali, malam hari ini telah kembali bersih (jalan),” papar ia.

Terlihat di tempat 2 unit pompa mobile dikerahkan. Akses jalan masih terbenang air.

Beberapa petugas kelihatan masuk ke kubangan air untuk merapihkan pompa mobile. Kelihatan, ketinggian air sebetis orang dewasa.

Beberapa petugas yang lain juga kelihatan sedang bersihkan lumpur di samping underpass dengan sapu lidi.

Banjir Rendam Kawasan Cikini

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengkalim banjir yang merendam kawasan Cikini Jakarta Pusat pada Sabtu
(18/1/2020) kemarin dipicu adanya proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Revitalisasi kawasan ini disebut – sebut menyebabkan saluran air tersumbat. Air yang mengalir dari saluran penghubung (PBB) untuk dibuang ke kali pasir yang berlokasi di belakang TIM tertahan dan meluap merendam kawasan di sekitar TIM.

Hari mengatakan saluran air tersumbat lantaran PT WIKA yang didapuk Jakpro sebagai kontraktor revitalisasi TIM tidak melakukan
perhitungan matang saat membangun tiang pancang.

“Ternyata saluran utama yang menyakurkan (air) dari saluran PHB Cikini tersumbat dengan adanya konstruksi yang dibangun oleh PT WIKA ini pada saat dia bikin pondasi tiang pancang,” kata Hari saat dikonfirmasi Minggu (19/1).

Selaras dengan Hari Nugroho, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara juga mengemukakan pendapat yang sama. Banjir di kawasan
karena revitalisasi TIM. Penyebabnya sama, saluran penghubung terhalang pembangunan tiang pancang.

“Jadi pondasinya, tiang pancang (proyek revitalisasi TIM) agak sedikit mengganggu saluran yang ada,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, banjir merendam kawasan Cikini pada Sabtu pagi sekira pukul 5.30 setelah hujan deras mengguyur sebagian Jakarta pada sabtu dini hari. Banjir itu kemudian kembali surut sekira pukul 07.30 WIB. Meski tak berlangsung lama, namun banjir itu sempat melumpuhkan aktivitas lalu lintas di kawasan ini.

Surabaya Terendam Banjir

Banjir merendam sejumlah wilayah dan protokol di Kota Surabaya pada hari Rabu (15/1/2020) sore.

Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak sore hari menimbulkan genangan air di berbagai lokasi di Surabaya. Di antaranya
di Jl. Mayjen Sungkono, Jl Indragiri serta Jl Dr. Soetomo.

Puluhan motor yang terparkir di ruko Darmo Park, Jl Mayjen Sungkono tampak tergenang hingga setinggi spion sepeda motor.

Salah satu warga sekitar, Tamsir (43), mengaku hujan mulai tururn sekitar pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christiyanto, mengatakan banjir di wilayah itu terjadi karena disebabkan tumpukan sampah yang menyumbat saluran pembuangan air.

Di pintu (pembuangan) air, luar biasa sampahnya, sampah botol, kayu, plastik banyak sekali. Itu salah satu penyebabnya. Kayunya besar – besar,” kata Eddy, ditemui di lokasi.

Banjir Sebabkan Mall Tutup…

Hujan deras yang mengguyur wilayah Ibukota dan sekitarnya pada awal 2020 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta.
Tak hanya menerjang pemukiman, banjir juga masuk ke pusat perbelanjaan.

Akibatnya, kegiatan operasional mall mejadi terganggu karena terpaksa harus tutup. Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HPPBI) menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kita mau fair sajalah untuk kompensasi banjir ini,”kata Ketua Budihardjo Iduansyah di Jakarta,Sabtu(11/1). “Sejauh ini kita tuntutannya beberapa kebijakan yang menghambat bisa dicabut,seperti pajak.”

Akibat banjir yang mengguyur sejumlah wilayah Ibukota menyebabkan mall tidak beroperasi demi keselamatan pengunjungnya. Misalnya Mall Taman Anggrek yang terpaksa tutup karena adanya kerusakan mesin pembangkit listrik akibat terendam banjir.

Bahkan, pihak mall terpaksa memnuat tanggul untuk menghidari terjadinya banjir susulan. Tanggul tersebut dibuat dengan memanfaatkan karung sak pasir dan terpal untuk menghindari air masuk ke ruang pembangkit listrik di lantai paling dasar gedung.

Bukan satu hari, bahkan ada mall yang terpaksa berhenti beroperasional selama sepekan, seperti Mall Cipinang dan Lippo Mall Puri. Terkait berapa kerugian yang dialami setiap mall, ia mensinyalir sekitar Rp 15 miliar rupiah.

“Kita target per meter persegi Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per bulan, ini mereka tutup setengah bulan,” terang Budihardjo.
“Misal Rp 500 ribu, kali saja kalau luas mall ada 30 ribu meter persegi, bisa rugi capai Rp 15 miliar selama tutup.

Keluhan masuknya air ke dalam pusat perbelanjaan sebelumnya disampaikan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat. Selama ini, meskipun Jakarta dilanda banjir, air bah tersebut tak sampai masuk ke pusat perbelanjaan. Ia pun mengaku kaget dengan peristiwa itu.

“Kita lihat selama ini hampir (semua) mall ngak kena (banjir),” kata Ellen dilansir Detik, Sabtu (11/1). “Biasanya hanya di depan, sekarang sampai masuk. Kita selaku tenant juga kaget. Parahnya itu (banjir) sampai masuk ke dalam mall, biasanya jarang sampai ke dalam.”

Anies Menilai Pompa Air Tidak Efektif Untuk Mencegah Banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan ada titik dimana proses pemompaan banjir tidak efisien. Malah, rumah pompa dikirimi air dari tempat pembuangan air sampai digenangi.

Walau ada insiden semacam itu, Anies tidak mengalihkan tempat rumah pompa yang sempat digenangi.

“Tidak (akan dipindah), memang itu sebab permukaan air itu begitu tinggi. Tempat yang harusnya dihisap, yang dihisap malah kekirim air,” sebut Anies pada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2019).

Insiden pompa digenangi disebutkan Anies dapat mengakibatkan kerusakan pompa. Sekarang, Pemprov DKI Jakarta sudah mencatat pompa-pompa yang rusak.

“Kita kerjakan audit kok. Yang pompa-pompa yang tempo hari sempat tidak berperan sebab terbenam. Memang unik, pompa mengambil dari satu sungai dipindah ke sungai lain yang tambah tinggi. Air telah ngalir dahulu dari sungai yang tambah tinggi (hingga pompa digenangi),” sebut Anies.

Anies akui sedang melakukan perbaikan pompa-pompa rusak itu, mengingat sekarang Jakarta masih juga dalam musim hujan.