CEMARABET | Faktor Tidak Berhasilnya Egy Maulana Vikri Gabung Saint-Etienne

CEMARABET – Sekitar tiga tahun lalu salah satu keahlian menjanjikan Indonesia, Egy Maulana Vikri, dikaitkan dengan kepindahan ke klub Eropa dan sempat mengikuti latihan bersama salah satu klub Prancis, Saint-Étienne.

Bersama klub berjuluk La Verts tersebut, bakat Egy dinilai cukup mengesankan namun pada akhirnya ia gagal situs judi slot 4d bergabung. Alih-alih di Prancis, Egy akhirnya meniti karier di Polandia, bersama Lechia Gdańsk.

Bersama Lechia Gdańsk, Egy sering berkutat di tim satelit mereka karena perlu meningkatkan slot 4d terpercaya keunggulan soal fisik. Agen dari Egy, Dusan Bogdanovic, membeberkan fakta di balik kegagalan Egy bermain di Prancis.

Hal itu diungkapkan Dusan di kanal Youtube Kemenpora. Dusan menuturkan bahwa sebenarnya kemampuan judi slot online Egy beraksi di lapangan cukup menjanjikan, namun ada beberapa hal lain yang harus diperhitungkan klub.

“Egy memiliki skill yang sangat luar biasa. Kemampuan dia benar-benar memukau saya sebagai seorang agen,” buka Dusan, yang pernah agen slot 4d berkarir di Indonesia sebagai pemain, memperkuat Persikota Kota Tangerang.

“Saya memiliki kesempatan untuk memikulnya ke A.S. Saint-Étienne. Salah satu klub yang banyak menghasilkan situs slot 4d pemain muda. Setelah 10 menit melihat Egy bermain mereka berkata: Dusan, apakah dia orang Indonesia? dia memiliki kemampuan yang luar biasa,” beber Dusan.

Sayangnya, pujian soal skill Egy dari pihak St. Étienne tidak cukup. “Kemudian mereka katakan kepada saya: kamu tahu bahwa sepakbola lebih dari sekadar skill,” tutup pria 41 tahun asal Serbia tersebut.

Beberapa hal yang akan berat dilalui Egy dalam merantau di usia belia salah satunya adalah perbedaan kultur dan bahasa, hal itu pula yang menjadi sebab St. Étienne belum bisa memberikan kontrak kepada pemain asal Medan tersebut.

Dusan sendiri masih yakin bahwa Eropa adalah destinasi yang cocok untuk Egy, dan percaya bahwa Egy bisa meraih sukses dengan mengawali karier bersama Lechia Gdańsk — yang berkompetisi di kasta teratas sepakbola Polandia.

Selain mengorbitkan Egy di pentas Eropa, terbaru Dusan juga menggiring bakat muda Indonesia lainnya, Witan Sulaeman. Berbeda dengan Egy, Witan diterbangkan ke Serbia dan merumput dengan klub Radnik Surdulica.

Leave a Reply