CEMARABET | Manchester United Lebih Berkesempatan Juara Liga Champions Daripada Liga Primer Inggris

CEMARABET.NET – Setan Merah saat ini duduk di urutan 5 klasemen sementara dengan inkonsistensi performa, tetapi gaya main mereka mungkin lebih cocok di Eropa.

BANDAR JUDI – Jelang pertandingan melawan Istanbul Basaksehir, Ole Gunnar Solskjaer ditanya apakah Manchester United harus dipandang sebagai salah satu favorit di Liga Champions musim ini.

POKER IDN – Haruskah tim yang hanya mampu mencatat tujuh poin dari enam pertandingan pembuka Liga Primer Inggris – dan berada di posisi 15 klasemen sementara – bisa diunggulkan menjadi juara turnamen elit Eropa?

IDN POKER – Dalam konferensi pers yang sama, Solskjaer harus membicarakan mengapa timnya menjalani performa yang tidak konsisten – kalah dari Arsenal di liga empat hari lalu setelah melibas semi-finalis Liga Champions musim lalu RB Leipzig 5-0 di Old Trafford.

SLOT ONLINE – Ketika itu terlihat sebagai sebuah kesulitan mencapai hasil maksimal di kandang, setelah tidak pernah menang dalam empat pertandingan liga di Old Trafford musim ini dan total enam laga jika ikut menghitung musim lalu, maka sebenarnya itu lebih dalam dari hal tersebut.

DOMINOQQ – Mereka kesulitan mengalahkan tim yang bertahan sangat dalam, seperti Crystal Palace dan Chelsea, dan juga tim yang melakukan tekanan secara intens seperti yang dilakukan Arsenal.

TANGKAS – Beberapa tim gembira mampu meraih satu angka di liga kontra United dan memposisikan 11 pemain di belakang bola dan berupaya memaksimalkan serangan balik.

Lini tengah dengan skema diamond,yang begitu efektif di Liga Champions melawan wakil Jerman, menjadi bencana saat melawan Arsenal dengan kurangnya pemanfaatan sayap membuat aliran serangan United rusak dan aksi individu yang kurang memuaskan membuat sistem yang diterapkan tidak berjalan.

Bagaimanapun juga, dengan tim bolak-balik antar turnamen, ada kesempatan untuk meraih hasil gemilang lagi di Istanbul. Tidak akan mengejutkan melihat mereka meraih tiga kemenangan dalam tiga pertandingan dalam grup yang bisa disebut menyulitkan Setan Merah.

Liga Champions dan turnamen piala lain cocok dengan karakter Solskjaer, dengan tim-tim berupaya mencari gol, mereka pergi dari ruang di lini belakang yang bisa dimanfaatkan oleh Marcus Rashford, Anthony Martial dan juga Mason Greenwood.

Ini bukan taktik yang memerlukan begitu banyak pemikiran, tetapi ini terbukti bekerja dengan baik dalam satu laga besar untuk sosok asal Norwegia tersebut.

Solskjaer mengungkapkan hasil 5-0 pekan lalu melawan Leipzig tidak menceritakan seluruh cerita – bahwa laga tersebut jauh lebih ketat daripada skor akhir – tetapi timnya mampu mengeksploitasi ruang dengan kecepatan dan kebugaran Rashford, dengan tim Jerman tersebut meningkatkan intensitas permainan setelah gol pembuka Greenwood.

Dan sementara serangan balik menjadi kunci untuk permainan formasi depan United, bagaimana mereka beroperasi juga membutuhkan lini belakang yang kuat untuk menahan gempuran.

Setelah kebobolan enam gol saat melawan Tottenham, mereka hanya kemasukan tiga gol dari lima pertandingan semenjak itu. Ketika lini belakang terlihat buruk di laga pembuka, setiap pemain mulai menunjukkan kualitasnya usai jeda internasional.

“Saya merasa sejak jeda internasional dalam hal bertahan kami sangat baik dan kami tidak mengalami banyak ancaman sama sekali,” ujar kapten Harry Maguire.

“Dalam hal bertahan, kami merasa berada dalam jalur yang tepat tetapi kami harus mendapatkan keserasian yang benar dan itu tugas kami juga dalam hal bentuk penyerangan dan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.”

Jika United bisa terus mendapatkan keseimbangan tersebut di Liga Champions dan bisa mempertahankan performa gemilang di setiap laga Eropa maka mereka memiliki peluang yang lebih bagus untuk meraih sukses di turnamen tersebut daripada di Liga Primer Inggris.

Mungkin terdengar konyol saat ini, tetapi dari teknik bermain mereka memang lebih masuk akal untuk mendukung Setan Merah menjadi juara UCL daripada juara EPL.

Leave a Reply