Agen Casino Online – Komisioner KPU Dijatah Rp 100 Juta Dari Suap Uang

Agen Casino Online – Terdakwa penyuap anggota Komisi Penyeleksian Umum Wahyu Setiawan, Saeful Bahri, mengaku tawarkan uang operasional sekitar Rp 750 juta untuk mengatur penentuan Harun Masiku jadi anggota DPR. Dia awalannya menyangka Wahyu akan membagikan uang itu Rp 100 juta ke setiap komisioner KPU.

“Ada keinginan dari Pak Wahyu otomatis dari Pak Wahyu yang menginginkan ada dana operasional, tetapi tidak disebut nominalnya, ” kata Saeful membacakan pleidoi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.

Saeful ada dengan cara virtual lewat tv di ruangan sidang. Menurut kader PDIP ini, penawaran uang operasional itu berawal dari usaha partainya supaya KPU memutuskan Harun Masiku jadi anggota DPR gantikan Nazarudin Kiemas yang wafat. Nazarudin ialah calon legislatif PDIP yang mendapatkan suara paling banyak di Wilayah Penyeleksian I Sumatera Selatan.

PDIP seringkali mengirim surat permintaan itu pada KPU dengan menyertakan keputusan Mahkamah Agung mengenai wewenang partai untuk menunjuk anggota DPR. Tetapi KPU berkukuh menunjuk Riezky Aprilia, calon legislatif PDIP dengan pencapaian suara paling banyak ke-2 di wilayah penyeleksian Sumatera Selatan I untuk gantikan Nazarudin. KPU memandang keinginan PDIP tidak sesuai dengan ketentuan.

Lihat tidak ada perubahan, Saeful yang ditugaskan PDIP untuk mengatur usaha penentuan Harun Masiku ini mengontak orang dekat Wahyu, Agustiani Tio Fridelina. Dia menjelaskan, Tio mengemukakan ada keinginan dana operasional otomatis dari Wahyu.

Saeful selanjutnya tawarkan uang operasional sekitar Rp 750 juta dengan penghitungan semasing komisioner Rp 100 juta. Sekitar Rp 50 juta akan diserahkan ke Tio untuk penghubung.

“Angka yang menurut saya masih ada dalam tingkatan lumrah untuk hadiah perkataan terima kasih, ” katanya.

Dalam surat tuduhan, jaksa KPK mengatakan uang operasional yang ditendangat pada akhirnya sejumlah Rp 1 miliar. Saeful sudah menyerahkan sejumlah Rp 600 juta pada Wahyu dalam 2x transaksi. Atas tindakannya itu, jaksa tuntut Saeful diberi hukuman dua tahun enam bulan penjara serta denda Rp 150 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam sidang awalnya, Saeful menjelaskan Wahyu belum membagikan uang itu ke komisioner yang lain sampai diamankan KPK pada awal Januari yang lalu.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan belum pernah ada komunikasi atau pembagian uang dari Wahyu Setiawan pada komisioner KPU yang lain.

Dia mengatakan sudah menanyai semua mitranya di KPU demikian masalah suap Wahyu Setiawan muncul pada awal Januari 2020.

“Adakah yang terkait dengan adanya ini? Semua menjelaskan tidak ada, ” tutur Arief.

Leave a Reply