Togel Online – Karyawan Gaji Dipotong 50% Hingga Terancam PHK

Togel Online – Virus Corona bukan hanya memberikan efek pada warga lapis bawah yang mulai kehilangan penghasilan sampai kerjanya. Perlahan-lahan tetapi tentu, efek Corona menyebar pada warga lapis menengah.
Ratih, bukan nama sebetulnya, kerja di salah satunya perusahaan ritel terkenal di Jakarta. Dia salah satu orang yang merasai pedihnya efek Corona.

Dia menceritakan, perusahaan dengan cara setahap lakukan rekonsilasi atas perkembangan virus ini. Awalannya, pada Maret jumlah hari kerjanya dipotong satu hari dengan resiko pengurangan upah.

“Kami diberi ketentuan sehari setiap minggu tidak masuk kerja, dengan dipotong upah,

Pemerintah telah mempersiapkan beberapa rangsangan ekonomi untuk mengatasi kritis karena virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Namun, ada banyak warga yang tidak merasai bantuan-bantuan yang disediakan itu. Khususnya warga golongan menengah yang dipandang lumayan mampu bertahan ditengah-tengah himpitan COVID-19. Walau sebenarnya banyak pula warga kelas menengah yang upahnya dipotong, namun mempunyai keharusan serta keperluan yang harus diongkosi.

Pertolongan pemerintah dipandang berat samping serta dipandang tidak rata pada semua warga. Lalu, apa memang benar pertolongan pemerintah sejauh ini masih tidak cukup mencukupi serta kurang pas target?

Menurut Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memang pertolongan yang digulirkan pemerintah sekarang masih begitu kecil. Hingga, pasti tidak dapat sentuh semua susunan warga. Hanya terbatas buat mereka yang sudah terkategori miskin.

“Jumlah rangsangan terutamanya untuk pekerja itu begitu kecil. Dari keseluruhan Rp 405 triliun serta Rp 110 triliun pertolongan sosial, sejumlah besar cuma sentuh warga yang awalnya telah masuk kelompok miskin, ” kata Bhima pada detikcom.

Walau sebenarnya, banyak warga sebagai korban PHK atau yang dipotong upahnya oleh perusahan termasuk warga menengah, yang pasti tidak akan kebagian program pertolongan sosial itu. Walau pemerintah sudah mempersiapkan program Kartu Pra Kerja untuk korban PHK dipandang telah telat.

“Cukup telat pemerintah lakukan keinginan data korban PHK ke perusahaan, baru akhir Maret lalu, ” sambungnya.

Disamping itu, walau sebetulnya pemerintah sudah memperhitungkan nasib pekerja melalui stimulan pada perusahaan, hal tersebut malah tidak mencukupi. Karena berkesan berat samping pada perusahaan tetapi tidak jamin nasib pekerja disana. Pekerja masih jadi korban.

“Selanjutnya ada keterpihakan yang berbeda di antara korporasi serta pekerja yang di PHK. Entrepreneur kakap akan memperoleh banyak keuntungan diantaranya stimulan pengurangan PPh Tubuh setahap sampai 17%, sesaat tidak tertera jalan keluar untuk korban PHK, terkecuali kartu pra kerja yang sama juga sekali tidak pas target, ” tutupnya.

Pekerjaan atau usaha Anda terpengaruh Corona serta PSBB? Kehilangan pekerjaan sebab PHK, tidak dapat berjualan sebab PSBB, atau upah dipotong sebab usaha lesu.

Leave a Reply