Togel Hongkong – 5 Orang Jadi Tersangka Dalam Kasus Dumping

Togel Hongkong – Masalah pembuangan (dumping) sampah B3 dengan ilegal di sisa galian C Dusun Kecapangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Mojokerto masuk set baru. Polisi sudah memutuskan 5 orang jadi terduga dalam masalah ini.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Sempurna menjelaskan, penentuan terduga masalah dumping sampah B3 ini dikerjakan lewat gelar masalah pada Jumat (7/2). Faksinya memutuskan 5 orang jadi terduga.

Beberapa terduga ialah pemilik tempat sisa galian C di Dusun Kecapangan Zainul Arifin (46), masyarakat Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro; penghubung pemilik tempat dengan sopir truk sampah Suparman (59), masyarakat Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.

Sesaat 3 terduga yang lain ialah sopir truk pengangkut sampah B3 dari PT Tenang Jaya Sejahtera (TJS). Yakni Muchlisin (47), masyarakat Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang; Armanurohim (28), masyarakat Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto; dan Mohamad Basuki (35), masyarakat Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang.

“Suparman orang yang mengoordinasikan beberapa sopir truk supaya bisa buang sampah di TKP (Dusun Kecapangan),” kata Dewa pada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (10/2/2020).

Dewa menerangkan, dumping sampah B3 ilegal bermula dari keinginan Zainul pada Suparman. Zainul minta partnernya itu menemukan sampah B3 tipe sludge kertas untuk menguruk tempat sisa galian C kepunyaannya di Dusun Kecapangan. Disamping itu, Zainul minta keuntungan Rp 750.000 dari tiap dump truck sampah B3 yang dibuang di lahannya.

Suparman lalu mengontak beberapa temannya sebagai sopir di perusahaan transporter sampah B3 PT TJS. Ia mendapatkan imbalan Rp 50.000 dari tiap dump truck sampah sludge kertas yang dibuang ke tempat Zainul.

Ke-3 sopir PT TJS juga buang sampah sludge kertas yang mereka angkut dari pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta di Desa Sumengko, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik ke tempat punya Zainul. Sebaiknya sampah B3 itu dibawa ke perusahaan pengolah, pengumpul serta pemanfaat sampah B3 PT Triguna Pratama Kekal di Desa Gintung Kerta, Kecamatan Klari, Karawang.

“Beberapa sopir ingin buang sampah itu sebab mendapatkan keuntungan Rp 1 juta dari beda solar jika muatan penuh dibanding muatan tinggal setengahnya. Mereka mendapatkan keuntungan dari kurangi muatan tanpa ada konfirmasi ke perusahaan,” jelas Dewa.

Dia menerangkan, sampai ini hari belum meredam ke lima terduga. Beberapa terduga akan diminta info dalam tempo dekat.

Mereka dijaring dengan Klausal 102 UU nomor 32 tahun 2009 mengenai Perlindungan serta Pengendalian Lingkungan Hidup juncto klausal 55 KUHP juncto klausal 64 KUHP serta atau klausal 104 UU nomor 32 tahun 2009 juncto klausal 55 KUHP juncto klausal 64 KUHP.

“Intimidasi hukumannya optimal 3 tahun penjara serta denda optimal Rp 3 miliar,” tegasnya.

Memurut Dewa, beberapa sopir buang sampah B3 ke tempat Zainul di Dusun Kecapangan tanpa ada sepengetahuan PT TJS serta dua perusahaan yang lain. Faksinya sudah minta info dari manajemen ke-3 perusahaan.

“Tindakan beberapa sopir tidak didapati perusahaan. Mereka (perusahaan) memiliki izin komplet. Kemauan jahat ini dipunyai penghubung serta pemilik tempat,” pungkasnya.

Leave a Reply