Togel Hongkong Terpercaya 2020 – Aguan Sugianto Aka Sugianto Kusuma The Goldfather Mafia

Togel Hongkong Terpercaya 2020 – Aguan yang menggunakan nama Sugianto Kusuma ini diketahui jadi dedengkot Naga di Indonesia oleh beberapa golongan. Serta media menggelarnya jadi anggota Mafia Naga Sembilan. Jurusnya tidak kalah mahir; mengendap, diam-diam, seringkali di belakang monitor tetapi sasaran telah di kontrol. Main ruang bos ini ialah: Money Laundering.

Bos JIHD ini saat ini membuat perlindungan berbau kotor tubuhnya dengan mantel dengan kedok jadi pengurus satu organisasi sosial agama khusus. Selintas orang akan memandangnya jadi “paus” si juru selamat.

Dalam enam bulan paling akhir ini beberapa media di Jakarta emberitakan tentang masuknya Dragon Bank International ke Indonesia. Bank yang berpusat di Vanuatu itu terhitung salah satunya instansi keuangan yang mengurus “uang haram” sesudah terima pemutihan uang (money laundering) serta salah satunya pemiliknya ialah PT Yayasan Keinginan Kita punya keluarga Presiden Soeharto.

Bank itu dalam beberapa eksposenya memiliki gagasan ekspansi yang fantastis. Perusahaan itu sekarang sedang mempersiapkan project telekomunikasi sejumlah US$4 miliar (seputar Rp 8,5 triliun) dan satu lokasi usaha di wilayah Kota di Jakarta dengan investasi minimal Rp 8,3 triliun.

Masuknya Dragon Bank dan gagasan ekspansi usaha di Indonesia sempat mengundang pertanyaan beberapa golongan. Contohnya, kenapa izin buka cabang bank itu lewat Tubuh Pengaturan Penanaman Modal (BKPM) bukan lewat Departemen Keuangan.

Saat faksi kepolisian dan instansi berkaitan coba menyelidik, mereka tidak bisa melakukan perbuatan apa-apa. Faksi Dragon Bank menjelaskan jika mereka masuk ke Indonesia untuk tidak jalankan usaha perbankan seperti biasa, tapi adalah perusahaan investasi hingga izinnya didapat dari BKPM.

Departemen Keuangan atau Kepolisian memang tidak dapat melakukan perbuatan apa-apa. Sebab, mereka tahu jika Dragon Bank masuk ke Indonesia jadi hasil kerja sama dengan PT Keinginan Insani, salah satunya anak perusahaan Yayasan Keinginan Kita punya keluarga Soeharto.

Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad serta Gubernur Bank Indonesia Soedradjat Djiwandono selama ini menampik untuk memberi respon atas kedatangan Dragon Bank di Indonesia.

Tapi beberapa sumber golongan keuangan di Jakarta menjelaskan jika Soedradjat Djiwandono sangat terpaksa menyetujui keinginan pencabutan blokir deposito salah seorang eksekutif Dragon Bank Yee Mei Mei oleh Standar Chartered Bank Cabang Jakarta, sesudah Yayasan Keinginan Kita turun tangan mengakhiri masalah itu.

Pengelola PT Keinginan Insani ialah Ibnu Widojo salah seorang adik almarhumah Tien Soeharto. Sedang Presiden Dragon Bank ialah Wang Zhi Ying warganegara Malaysia yang saat ini habiskan waktunya makin banyak di Jakarta serta berkantor di Lantai 24, Menara Mulia, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Akhir Mei lantas, PT Keinginan Insani serta Dragon Bank membuat resort di Kepulauan Langkawi, Malaysia dengan investasi Rp 200 miliar. Acara penandatangan kerja sama di antara Mara Holding (Malaysia) dengan Dragon Bank serta PT Keinginan Insani itu dilihat langsung oleh Menteri Keuangan Republik Vanuatu Barak T. Sope serta, dari faksi Indonesia, Ketua Biasa Kosgoro Bambang Soeharto serta Ketua Generasi Muda Kosgoro Maulana Isman.

Beberapa petinggi tinggi Vanuatu, keliatannya benar-benar memiliki kepentingan untuk jaga kehadiran Dragon Bank di luar negeri, terutamanya di Indonesia. Ini terlihat saat mereka bertandang ke Indonesia waktu lalu, meluangkan ada di kantor cabang Dragon Bank di Menara Mulia.

Satu sumber sah yang malas disebut identitasnya, menjelaskan kehadiran Dragon Bank di Indonesia tidak cuma dalam rencana kerja sama dengan PT Keinginan Insani. “Sebagian besar saham bank itu dipunyai oleh Yayasan Keinginan Kita,” tuturnya.

Bisa jadi apa yang disebutkan sumber barusan benar. Karena jaringan usaha keluarga Soeharto, terutamanya yang ada dibawah pengawasan Yayasan Keinginan Kita sedikit yang tahu, tidak hanya Rumah Sakit Keinginan Kita..

Tidak hanya project telekomunikasi serta property yang sedang disediakan, Dragon Bank serta PT Keinginan Insani dalam tempo dekat akan memperlebar usaha keuangan dengan membangun instansi sekuritas. “Keluarga Soeharto sedang membidik usaha di pasar modal sebab prospeknya benar-benar baik,” sumber itu memberikan tambahan.

Dragon Bank International sendiri telah berapa tahun ini sedang dilihat diantaranya oleh Interpol Hongkong sebab praktik pemutihan uang yang dilakukan. Serta, beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman serta Perancis masukkan Dragon Bank dalam daftar hitam.

Money laundering ialah usaha akreditasi uang yang umumnya datang dari usaha narkotika, mafia atau korupsi. Indonesia terhitung negara yang meluluskan masuknya dana dari pemutihan uang sebab berpedoman rezim devisa bebas.

Rumor pemutihan uang ada ke permukaan pada 1991 saat PT Jakarta International Hotel & Development (JIHD) membuat Sudirman Central Business District seluas 45 ha dengan investasi seputar Rp 7,5 triliun. Perusahaan yang sejumlah besar sahamnya dipunyai oleh entrepreneur Tomi Winata serta Sugianto Kusuma itu menjelaskan jika untuk membuat project itu mereka tidak memerlukan utang bank sebab punya ekuiti (modal sendiri) yang besar sekali.

Menurut pernyataan Tomi Winata saat tersingkap masalah sharing swap PT JIHD pada PT Danayasa Arthatama, ia mendapatkan suport dari Taiwan, Hongkong serta Jepang. Ia menyebutkan diantaranya kehadiran Triad serta Yakuza dalam ekspansi Artha Graha Grup di Indonesia.

Faksi militer di Indonesia, terutamanya Angkatan Darat sebetulnya tahu serta memberi otoritas atas praktik usaha Tomi Winata. Ini kelihatan dengan masuknya Yayasan Kartika Eka Paksi dalam beberapa project serta usaha Tomi, seperti SCBD serta Bank Artha Graha.

SUGIANTO KUSUMA
Sekarang Hidupnya Dihabiskan untuk Orang Miskin
Banjir di Jakarta sudah membuat berpikir agar bisa menangani serta menolong masyarakat.

BERITA TERKAIT Aguan
Menunggu Juluran Tangan Anda
Departemen Daya Bentuk Posko Perduli Banjir
Rumah Bersalin Gratis Masyarakat Miskin
Bayi Ini Perlu Pertolongan Anda
PMI Distribusikan Makanan ke 5.000 Pengungsi
VIVAnews – Makin bertambah umur bukan rintangan baginya agar melakukan perbuatan suatu hal untuk orang lain. Rendah hati serta menolong sama-sama itu, yang sekarang digerakkan Sugianto Kusuma seorang entrepreneur sukses sekaligus juga relawan di Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia.
Jadi entrepreneur, pasti setiap harinya Sugianto banyak habiskan waktu dikantor mengatur perusahaan.
Tapi semenjak masuk di Yayasan Tzu Chi, hampir semua waktu serta hidupnya banyak dihabiskan bersama beberapa relawan dalam jalankan misi kemanusiaan.
Yayasan Budah Tzu Chi sekarang jadi tempat Sugianto mencurahkan semua yang dipunyainya, harta, jiwa serta raganya cuma untuk melakukan perbuatan baik pada orang lain yang memerlukan pertolongan.
Buat pria kelahiran Palembang ini, akitif dikegiatan sosial tambah lebih terpuaskan batinnya. Menurut dia, tidak kebanyakan orang siap dengan resiko saat harus turun langsung untuk memberi sedikit kekuatannya menolong orang lain.

Waktu didapati di kantor Yayasan Budha Tzu Chi, Gedung ITC Mangga Dua, kelihatan Sugianto masih repot terima tamu-tamunya. Serta belum selesai melayani tamunya, ia bergerak menjumpai team sama-sama VIVAnews serta langsung mempersilahkan masuk keruang rapat.
Dengan ramah Sugianto mempersilahkan tamunya duduk sekalian mencicip kue serta satu cangkir teh hangat, diapun mulai menceritakan. Sugianto adalah satu diantara beberapa ribu relawan Tzu Chi yang sebagai entrepreneur property cukup populer di Indonesia.

Aktivitasnya di dunia sosial semenjak tahun 2002, sudah banyak bawa kebaikan pada dianya serta khususnya pada seorang lain dalam soal pemberian pertolongan sama-sama manusia.

Baginya aktif jadi relawan tambah lebih menyenangkan, daripada selalu harus dipusingkan dengan masalah usaha. Serta waktu diberi pertanyaan mana yang lebih enak mengatur perusahaan atau yayasan dengan spontan ia menjelaskan jadi relawan tambah lebih berharga serta menyenangkan.

“Disini saya tidak pusing memikirikan perusahaan, di sini saya tambah lebih tenang, karena lewat pekerjaan ini bisa banyak berbuat untuk mensucikan hati manusia,” katanya singkat.

Ia ingat bagaimana awalannya tertarik jadi relawan di Yayasan Budha Tzu Chi. Waktu itu tahun 2002, dimana Jakarta tengah alami musibah besar. Hampir semua daerah Jakarta terbenang banjir. Bukan sekedar kerugian materi serta yang lain-lainnya juga dirasa oleh warga Jakarta.

Bagaimana banjir membuat masyarakat Jakarta jadi sulit, rumah, sekolah, rumah sakit rusak, serta semua sarana warga lannya turut rusak. Bukan sekedar materi, banjir menelan korban jiwa, sebagian orang diberitakan kehilangan bagian keluarga karena terikut arus banjir itu.

Jelas bencana itu telah mengorbankan beberapa hal. Jika telah demikian, tentu saja banyak yang memerlukan pertolongan dari mereka-mereka yang mujur terlepas dari bencana itu. Dari sanalah ia berpikir bagaimana triknya bisa menolong meringkan beban penderitaan yang dirasakan masyarakat Jakarta saat itu.

Sebelum terjun, Sugianto yang sekarang memegang jadi wakil ketua yayasan Budha Tzu Chi coba menjumpai Master Cheng Yen pendiri Tzu Chi di Taiwan. Ia minta saran bagaimana melakukan perbaikan keadaan Jakarta yang telah luluh lantah karena banjir.
Master Cheng Yen memberi panduan untuk merapihkan keadaan Jakarta pascbanjir lewat ide 5P yaitu pemompaan, pembersihan, penyemprotan, penyembuhan serta perumahan.

Master Cheng Yen katakan jika tepian kali masih semacam ini, banjir akan terus berlangsung. Karenanya langkah pertama ialah merapihkan wilayah tepi kali, melalu pembangunan rumah-rumah di bantaran kali. Dari sana ada inspirasi dari Sugianto untuk bangun rumah susun, waktu itu pertama-tama di Cengkareng sekitar 1100 unit.

Warga gratis tempati rumah tanpa ada diambil ongkos, mereka cuma disuruh untuk bayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000, kemudian masyarakat tinggal menjaga serta pelihara saja, serta tentu saja tidak bisa di jual.
Usai pembangunan di Cengkareng, Tzu Chi kembali lakukan pembangunan step dua di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 sekitar 600 rumah. dengan menelan ongkos yang cukup banyak seputar Rp 80 miliar.

Tidak itu saja, pertolongan lain seperti kesehatan, operasi katarak, pemberian beras 50 ribu ton untuk 2,4 juta kepala keluarga semua Indonesia pada tahun 2004. Mereka juga membuat sekolah-sekolah dengan ongkos murah, rumah sakit dengan ongkos murah yang ada dibawah naungan Budha Tzu Chi.

Pascabencana tsunami Aceh banyak masyarakat yang kehilangan rumah, Tzu Chi juga bergegas untuk membangun rumah di daerah itu salah satunya, di Melaboh, Aceh Besar, serta Banda Aceh.

Lewat filosofinya, jika menolong dengan cara langsung akan tambah lebih baik, daripada lewat penghubung. Itu yang sekarang sering dikerjakan Sugianto ditengahnya kesibukannya jadi entrepreneur.
“Tidak cuma saya, semua relawan terjun langsung waktu memberi pertolongan, tanpa ada lewat penghubung. Serta beberapa relawan ikhlas memanggul beras yang akan diberikan ke masyarakat, serta waktu mereka ucapkan terima kasih itu, karena itu pahalanya akan kita alami langsung,” tutur Sugianto tersenyum.

Tzu Chi di tengahnya warga
Dunia Tzu Chi Master Cheng Yen ada ditengahnya hiruk pikuk susahnya perekonomian warga miskin baik di dunia atau Indonesia. Dengan berdasar teguh pada semangat kebersamaan dalam sepenanggungan serta sependeritaan dari Sang Buddha, Tzu
Chi jalankan bakti sosialnya sepanjang 38 tahun.

Tzu Chi seperti samudera luas yang dapat memuat semua saluran anak sungai, kebanyakan orang dengan umur, pengetahuan,
karier, serta latar-belakang yang tidak sama bisa menunjukkan kemampuan dari (Perputaran Kebajikan ), bisa turut masuk ke
barisan (Penyumbangan Kasih Sayang ), serta rasakan kenikmatan dari implementasi sikap ( Lakukan dengan tulus serta Terima dengan Suka ria).

Semua insan Tzu Chi tetap dengan suka hati serta tanpa ada menyesal, berperan serta dalam beberapa pekerjaan pemberian pertolongan kemiskinan serta genting, perlindungan kesehatan, memperkokoh fundamen pendidikan serta pekerjaan sosial budaya.

Sekarang Budha Tzu Chi jadi corong buat yayasan-yayasan kemanusiaan yang lain, serta sekarang tzu Chi punya lebih dari 4000 orang relawan serta punya kantor 10 cabang semua Indonesia. Sesaat di dunia, spesial di Amerika Serikat saja hampir disetiap kotanya ada kantor cabang Tzu Chi.

Leave a Reply