Galih Ginanjar Mulai Nyaman Tinggal Di Lapas Sejak Diangkat Sebagai Kepala Kamar

Artis Barbie Kumalasari menceritakan bahwa kini suaminya, Galih Ginanjar mulai merasa semakin nyaman tinggal di penjara sejak dirinya diangkat dan dipercaya sebagai Kepala Kamar.

Kasus “Ikan Asin” yang turut menyeret nama Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami sebagai tersangka masih terus berlanjut dengan kembali menjalani sidang kedua pada Senin (6/1). Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda eksepsi.

Di sisi lain, rupanya Galih Ginanjar malah sudah merasa nyaman menikmati hidupnya di balik jeruji besi. hal tersebut diungkapkan langsung oleh sang istri, Barbie Kumalasari. Terlebih lagi semenjak Galih dipercaya sebagai Kepala Kamar.

“Tadi dia lebih cerita sekarang jadi Ketua Kamar. Alhamdulillah dia juga banyak yang dikerjain jadi mulai nyamanlah,” cerita Kumala dilansir dari Cumicumi.com, Rabu (8/1), saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Ya mulai beradaptasi dibanding sebulan,dua bulan awal kan wah masih baru – baru, kalau sekarang kan dia juga sudah bisa megang kendali di dalam sana jadi sudah lebih tenang dianya.”

Selain itu, Kumala juga mengungkapkan bahwa kini suaminya mulai merasa dihargai oleh teman – temannya. Kendati demikian Galih merasa bangga dengan statusnya sebagai Kepala Kamar.

“Dia cerita total tapi ya pada intinya dia merasa bangga juga untuk mulai dihargai sama teman – teman,” papar Kumala. “Karena untuk meraih jadi Ketua Kamar ngak gampang ya butuh proses, butuh gaulnya juga harus. Kan banyak ya yang ditahan bermacam – macam kasusnya jadi untuk sekarang dia uda mulai merasa tenang, sudh muali biasa ya.”

Tentunya hal ini juga membuat Kumala merasa senang. Mengingat Galih kini lebih bisa menerima keadaannya ketimbang awal pertama ia merasakan kehidupan di dalam penjara.

“Mungkin tadinya sempat stres, nge-drop, sekarang sudah mulai tenang lah karena sekarang dia uda bisa mulai nyurug temannya, minta tolong ke sana, minta tolong ke sini, jadi ngak harus dia saja,” tutur Kumala. “Karena kan kalau di dalam itu kalau kita ngak jadi apa – apa itu malah kita yang
disuruh – suruh.”

Leave a Reply